Article Detail
Aksi Selamatkan Bumi Lewat Daur Ulang Sampah Organik
Bagi warga lingkungan Sekolah Santo Yosef Lahat, dari TK, SD, SMP, hingga SMA, kotak sampah yang dibagi menjadi tiga jenis dan larangan membawa makanan dengan wadah plastik sekali pakai bukanlah hal yang asing. Bahkan pada kegiatan P5, dibentuk kegiatan yang khusus yang membahas mengenai pengolahan sampah organik dan non organik. Hal-hal tersebut dilakukan demi sebuah tujuan, turut serta dalam mengurangi limbah sampah yang makin hari makin menumpuk dan merusak bumi. Kegiatan tersebut tak hanya dilakukan oleh pelajar di
Sekolah
Santo Yosef Lahat, tetapi juga dilakukan oleh seluruh bagian dari Sekolah Santo
Yosef Lahat, termasuk guru, dan pegawai, dari TK hingga Yayasan
Tarakanita Lahat yang menaungi Sekolah Santo Yosef Lahat.
Kegiatan-kegiatan pengolahan sampah tersebut salah satunya tercermin dari
kegiatan mingguan yang selalu dilakukan tiap hari Jumat, kerja bakti
membersihkan kebun Esla atau kebun edukasi yang terletak di belakang kantor
Yayasan Tarakanita Lahat. Sampah-sampah organik dari dedaunan kering yang
berguguran tersebut akan dihancurkan dengan mesin pencacah daun, dicampur
dengan pupuk cair organik dan didiamkan selama beberapa waktu hingga akhirnya
dapat digunakan sebagai pupuk, untuk memberikan nutrisi pada tanaman di kebun
edukasi. Tak hanya itu, para pegawai yayasan pun bahu-membahu merawat beragam
tanaman yang berada di kebun edukasi tersebut.
Kerja sama yang dilakukan dalam merawat kebun tiap hari Jumat ini, menjadi
pembuktian bahwa Sekolah Santo Yosef turut memberikan contoh nyata dalam proses
penyelamatan lingkungan, tak hanya sekedar memberikan penjelasan berupa materi
pada siswa-siswi yang bersekolah di Santo Yosef Lahat. Kegiatan ini juga
menjadi pembuktian bahwa aksi peduli lingkungan, tak hanya dilakukan oleh
pelajar, tetapi juga dilakukan oleh guru hingga staff yang berada di lingkungan
Yayasan Tarakanita Lahat.
Sikap peduli lingkungan dapat dilakukan sedini mungkin tak tak mengenal usia ataupun status. Mari kita jaga lingkungan sekitar, demi bumi yang lebih sehat! (rth)
-
there are no comments yet